Open Trip Wae Rebo 2 Hari 1 Malam — Menginap di Mbaru Niang

2 Hari
Tiga pose wisatawan berselendang kain biru putih di depan rumah kerucut dan pegunungan berkabut di kampung adat


Open trip Wae Rebo 2 hari 1 malam membawa Anda dari Labuan Bajo ke desa adat di atas awan. Anda trekking, lalu menginap di rumah kerucut Mbaru Niang. Selain itu, harga Rp1.850.000 per orang, dan satu peserta tetap bisa bergabung dengan peserta lain. Dengan demikian, paket ini sudah termasuk mobil Innova, penginapan, empat kali makan, tiket situs, serta pemandu lokal.

Info Singkat Open Trip Wae Rebo

Format trip: Sharing trip, jadi satu orang bisa mendaftar lalu bergabung dengan peserta lain. Pertama, penjemputan di Labuan Bajo berlangsung sekitar pukul 07.30 sampai 08.30. Kemudian, perjalanan darat menuju Desa Denge memakan waktu sekitar 4 sampai 5 jam. Setelah itu, trekking ke Wae Rebo berlangsung sekitar 2 sampai 3 jam. Karena itu, hubungi kami lewat WhatsApp untuk mengecek jadwal terdekat.

Mengapa Memilih Open Trip Wae Rebo 2 Hari 1 Malam?

Wae Rebo bukan destinasi yang bisa Anda kunjungi dalam setengah hari. Selain itu, jalannya jauh, dan trekking-nya butuh tenaga. Karena itu, paket dua hari satu malam ini sangat pas. Dengan demikian, Anda tidak perlu mengatur mobil, ojek, penginapan, maupun makan sendiri.

Selain itu, Anda bermalam langsung di kampung adat. Di sana, Anda merasakan suasana desa saat sore dan pagi, ketika para wisatawan harian sudah pergi atau belum datang. Jika Anda ingin membaca latar belakang desa ini lebih dulu, baca wisata Wae Rebo Village. Sementara itu, kalau Anda mencari pengalaman di laut, lihat sailing komodo 1 hari.

Open trip Wae Rebo: peserta membawa tongkat kayu dan ransel di dekat hutan, lalu menumpuk tangan bersama


Tentang Desa Wae Rebo dan Pengalaman Open Trip Wae Rebo

Desa Wae Rebo adalah salah satu permata budaya yang masih terjaga di Nusa Tenggara Timur. Selain itu, desa ini terkenal dengan deretan rumah adat kerucut Mbaru Niang. Karena itu, kunjungan ke sini bukan sekadar wisata. Sebaliknya, Anda kembali ke kesederhanaan dan kehangatan hidup masyarakat lokal.

Selanjutnya, jalur pendakian menanjak menembus hutan dan perkebunan warga. Selama mendaki, udara terasa makin sejuk dan pemandangan lembah makin menakjubkan. Setelah tiba, sambutan warga membuat Anda merasa seperti kerabat yang pulang ke rumah, bukan turis yang berkunjung.

Terakhir, pada malam hari, Anda menginap di dalam Mbaru Niang. Namun, di sini tidak ada listrik yang menyilaukan. Cahaya lilin dan obor menciptakan suasana hangat, sehingga tidur terasa tenang, sunyi, dan jauh dari kebisingan kota.

✨ Trip Highlights Open Trip Wae Rebo

  • Perjalanan darat melewati pemandangan pegunungan Flores.
  • Trekking dari lembah Denge ke Desa Wae Rebo.
  • Upacara penyambutan adat di rumah kepala adat.
  • Menginap di Mbaru Niang, rumah adat berbentuk kerucut.
  • Sarapan bersama warga lokal.
  • Singgah di Sawah Jaring Laba-laba Lembor.
  • Dokumentasi kamera dan drone.

Destinasi Open Trip Wae Rebo yang Akan Anda Kunjungi

Desa Denge

Desa Denge adalah titik awal pendakian menuju Wae Rebo. Mobil berhenti di parkir desa, lalu ojek motor mengantar Anda sampai Pos 1 jika Anda butuh. Setelah itu, trekking berawal dari lembah Denge menuju puncak, tempat Desa Wae Rebo berada.

Desa Wae Rebo dan Mbaru Niang

Wae Rebo adalah kampung adat di pegunungan Manggarai yang terkenal dengan rumah kerucut Mbaru Niang. Setelah tiba, warga menyambut tamu dengan upacara adat di rumah kepala adat. Selanjutnya, Anda menikmati kopi Manggarai, berfoto, dan berbincang dengan warga. Terakhir, malam harinya, Anda tidur di Mbaru Niang yang berbentuk kerucut melingkar dan sangat unik.

Sawah Jaring Laba-laba Lembor

Lembor adalah persinggahan terakhir sebelum kembali ke Labuan Bajo. Sawah di sini berpola seperti jaring laba-laba, sehingga pemandangannya menarik untuk Anda abadikan. Karena itu, lokasi ini menjadi penutup yang pas setelah dua hari trekking.

Open trip Wae Rebo: wisatawan duduk lesehan di dalam Mbaru Niang bersama warga, dengan kain tenun terpajang di dinding


Itinerary Open Trip Wae Rebo 2 Hari 1 Malam

Open Trip Wae Rebo Hari Pertama: Denge, Trekking, dan Mbaru Niang

Tim kami menjemput Anda di Labuan Bajo pukul 07.30 sampai 08.30. Kemudian, perjalanan darat menuju Desa Denge memakan waktu sekitar 4 sampai 5 jam. Makan siang tersedia di tengah perjalanan, lalu Anda bersiap untuk mendaki.

Selanjutnya, trekking dari lembah Denge ke Desa Wae Rebo berlangsung sekitar 2 sampai 3 jam, tergantung kondisi fisik. Lalu, sore harinya, warga menyambut Anda dengan upacara adat di rumah kepala adat. Setelah itu, Anda berkenalan dengan kehidupan sehari-hari warga, lalu makan malam dan bermalam di Mbaru Niang.

Open Trip Wae Rebo Hari Kedua: Kampung, Turun, dan Lembor

Pagi harinya, Anda sarapan bersama warga lokal, sehingga suasana terasa hangat dan sederhana. Kemudian, Anda menjelajahi kampung, melihat rumah adat, dan menikmati pemandangan hijau yang tenang. Lalu, menjelang siang, Anda turun kembali ke Desa Denge dan makan siang di sana.

Selanjutnya, Anda singgah di Sawah Jaring Laba-laba Lembor. Terakhir, kendaraan membawa Anda pulang ke Labuan Bajo pada sore hari.

Catatan: Semua jam bersifat estimasi dan dapat berubah menyesuaikan kondisi jalan, cuaca, dan kecepatan rombongan.

Apa yang Termasuk & Tidak Termasuk dalam Open Trip Wae Rebo Ini?

✅ Termasuk

  • Menginap satu malam di penginapan lokal Wae Rebo.
  • Transportasi mobil Innova selama perjalanan.
  • Empat kali makan selama perjalanan.
  • Air mineral, kopi, dan teh.
  • Tiket masuk situs Wae Rebo.
  • Ojek motor jika Anda butuh.
  • Pemandu lokal berpengalaman.
  • Sumbangan Desa Waelulu.
  • Perlengkapan P3K.
  • Dokumentasi kamera dan drone.
  • Tas tidur.

❌ Tidak Termasuk

  • Tiket pesawat atau perjalanan antarkota.
  • Pengeluaran pribadi selama perjalanan.
  • Tip untuk pemandu dan pengemudi.

Informasi Penting Open Trip Wae Rebo

  • Durasi: 2 hari 1 malam.
  • Tingkat kesulitan: sedang, jadi Anda sebaiknya dalam kondisi fisik yang baik.
  • Waktu terbaik: April sampai Oktober, saat musim kemarau.
  • Bawaan wajib: sepatu trekking nyaman, jaket hangat, botol minum, obat pribadi, dan kamera.

Tips Sebelum Ikut Open Trip Wae Rebo

  • Pertama, jaga kondisi fisik karena trekking memakan waktu 2 sampai 3 jam.
  • Kedua, pakai sepatu yang nyaman untuk mendaki.
  • Selain itu, bawa air minum yang cukup.
  • Selanjutnya, siapkan obat pribadi jika Anda membutuhkannya.
  • Terakhir, bawa jaket hangat karena desa berada di pegunungan.
Biji kopi dijemur di nampan anyaman dan di atas kain dekat rumah kerucut beratap ijuk, wisatawan menyentuh biji kopi


Open Trip Wae Rebo Ini Cocok untuk Siapa?

Pertama, pencinta budaya dan fotografi akan menikmati rumah adat serta suasana kampungnya. Selain itu, solo traveler cocok karena satu orang bisa bergabung dengan peserta lain. Sementara itu, pasangan dan grup teman yang suka trekking ringan akan menikmati menginap di Mbaru Niang. Namun, paket ini kurang cocok jika Anda tidak kuat berjalan 2 sampai 3 jam.

📞 Booking Open Trip Wae Rebo

Karena jadwal bergantung pada peserta, hubungi tim open trip Wae Rebo kami sekarang. Setelah itu, kami cek jadwal terdekat dan amankan slot Anda.

❓ Pertanyaan yang Sering Wisatawan Tanyakan Seputar Open Trip Wae Rebo

Apa itu open trip Wae Rebo 2 hari 1 malam?

Paket sharing trip dari Labuan Bajo ke Desa Wae Rebo dengan trekking dan menginap satu malam di Mbaru Niang.

Berapa harga open trip Wae Rebo ini?

Jadi, harga 2026 adalah Rp1.850.000 per orang.

Apakah bisa ikut sendirian?

Bisa. Bahkan, satu orang tetap bisa mendaftar dan bergabung dengan peserta lain.

Jam berapa trip ini berangkat dan selesai?

Penjemputan di Labuan Bajo berlangsung sekitar pukul 07.30 sampai 08.30, dan trip selesai pada sore hari di hari kedua.

Berapa lama perjalanan dan trekking ke Wae Rebo?

Perjalanan darat ke Desa Denge sekitar 4 sampai 5 jam, lalu trekking ke Wae Rebo sekitar 2 sampai 3 jam.

Apakah tiket masuk dan sumbangan desa sudah termasuk?

Ya. Tiket masuk situs Wae Rebo dan sumbangan Desa Waelulu sudah termasuk dalam harga paket.

Apakah ojek sudah termasuk?

Ya, ojek motor tersedia jika Anda butuh dan sudah termasuk dalam paket.

Di mana kami menginap?

Anda menginap satu malam di penginapan lokal Wae Rebo, yaitu Mbaru Niang. Selain itu, tas tidur sudah tersedia.

Berapa kali makan selama trip?

Empat kali: makan siang dan makan malam di hari pertama, serta sarapan dan makan siang di hari kedua.

Apa yang tidak termasuk dalam paket ini?

Tiket pesawat atau perjalanan antarkota, pengeluaran pribadi, dan tip untuk pemandu serta pengemudi.

Apa yang perlu saya bawa?

Bawa sepatu trekking nyaman, jaket hangat, botol minum, obat pribadi, dan kamera.

Kapan waktu terbaik mengikuti open trip Wae Rebo?

April sampai Oktober, saat musim kemarau.

Seberapa sulit trekking ke Wae Rebo?

Tingkat kesulitannya sedang, jadi Anda sebaiknya dalam kondisi fisik yang baik.

Apakah ada listrik di Mbaru Niang?

Tidak ada listrik yang menyilaukan di dalamnya, sehingga cahaya lilin dan obor menciptakan suasana hangat.

Apakah itinerary bisa berubah?

Bisa, karena itinerary menyesuaikan kondisi jalan, cuaca, dan kecepatan rombongan.

Bagaimana cara booking trip ini?

Hubungi tim kami lewat kontak di halaman trip, lalu cek jadwal terdekat dan ketersediaan slot.

Itinerary Open Trip Wae Rebo 2 Hari 1 Malam

Semua jam bersifat estimasi dan dapat berubah menyesuaikan kondisi jalan, cuaca, dan kecepatan rombongan.

Hari 1 :
Denge, Trekking, dan Mbaru Niang

Tim menjemput Anda di Labuan Bajo pukul 07.30 sampai 08.30, lalu mobil menuju Desa Denge. Setelah makan siang, Anda trekking sekitar 2 sampai 3 jam ke Wae Rebo. Warga menyambut Anda dengan upacara adat, dan Anda bermalam di Mbaru Niang.

Hari 2 :
Wae Rebo, Denge, dan Lembor

Anda sarapan bersama warga, lalu menjelajahi kampung. Setelah itu, Anda turun ke Denge dan makan siang. Kemudian, Anda singgah di Sawah Jaring Laba-laba Lembor sebelum pulang ke Labuan Bajo pada sore hari.