Padang Savana Mausui: Sabana Luas Panorama Laut Flores

Kuda merumput di Padang Savana Mausui dengan latar Gunung Inerie saat cahaya senja



Padang Savana Mausui adalah destinasi wisata alam terluas di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, tepatnya di kawasan Perkampungan Mausui, Kelurahan Watunggene, Kecamatan Kota Komba. Hamparan padang rumputnya yang luas berpadu dengan pemandangan pegunungan dan laut lepas. Kombinasi ini menjadikan tempat ini salah satu spot trekking dan fotografi paling wisatawan cari di jalur overland Flores.

Bagi wisatawan yang mengikuti trip darat lintas Flores dari Labuan Bajo, Padang Mausui sering masuk daftar kunjungan karena skalanya yang jauh lebih luas ketimbang sabana lain di Manggarai. Artikel ini membahas lokasinya, cara mengunjunginya dengan aman, serta hal-hal penting yang perlu kamu ketahui sebelum berangkat. Ini termasuk soal status lahan yang setiap pengunjung perlu pahami.


Apa Itu Padang Savana Mausui?

Sebagai gambaran, Padang Mausui adalah hamparan padang rumput luas yang membentang di perbukitan Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur. Kombinasi kontur bukit bergelombang, latar pegunungan, dan pemandangan laut lepas di kejauhan membuat lanskapnya terasa lebih dramatis. Ini menonjol ketimbang sabana lain di kawasan Manggarai.

Namun, yang membedakan Padang Mausui dari destinasi wisata pada umumnya adalah statusnya. Padang ini bukan tanah pemerintah, dan dinas pariwisata juga tidak mengelolanya sebagai kawasan wisata resmi. Ini adalah tanah ulayat, atau padang penggembalaan ternak milik masyarakat adat. Tiga suku, yaitu Nggeli, Motu, dan Kewi, secara turun-temurun menguasai lahan ini.


Kenapa Wisatawan Perlu Memahami Status Lahan Padang Savana Mausui?

Karena berstatus tanah ulayat, Padang Mausui tidak memiliki pengelola resmi maupun loket tiket. Pemerintah daerah juga belum menetapkan tarif retribusi apapun untuk kawasan ini. Warga pemilik lahan yang menjaga ternak di kawasan ini terkadang menawarkan jasa sewa kuda. Mereka juga bisa membantu membawakan bekal, atau sekadar mengizinkan pengunjung masuk ke area gembalaan mereka.

Pada Juni 2025, kasus ini sempat viral. Seorang wisatawan asal Jakarta mengunggah pengalamannya lewat akun TikTok pribadi pada 12 Juni 2025, mengaku dimintai pungutan oleh tujuh warga lokal saat berkunjung ke lokasi ini. Menurut laporan detikbali, ketujuh warga tersebut kemudian mengakui bahwa mereka memang memungut biaya dari wisatawan.

Menanggapi hal ini, Lurah Watu Nggene menegaskan bahwa Padang Mausui memang bukan destinasi wisata resmi, melainkan padang penggembalaan ternak milik masyarakat adat. Warga yang memungut biaya beralasan bahwa itu adalah kontribusi untuk perbaikan jalan masuk kawasan, karena statusnya tanah ulayat dan bukan lokasi yang pemerintah kelola.

Kasus ini menjadi pengingat penting: karena belum ada pengelolaan resmi, praktik pungutan yang tidak transparan memang rentan terjadi di sini. Karena itu, memahami konteks ini penting. Dengan begitu, pengunjung tidak salah paham dan tetap bisa menikmati kunjungan dengan nyaman.



Kuda-kuda merumput di Padang Savana Mausui dengan pohon lontar dan laut biru di kejauhan


Bagaimana Cara Aman Mengunjungi Padang Savana Mausui?

Karena belum ada pengelolaan resmi, kasus pungutan tidak transparan seperti yang sempat viral pada 2025 tetap bisa terjadi. Karena itu, cara paling aman dan nyaman mengunjungi Padang Mausui adalah lewat trip overland bersama operator lokal. Pilih operator yang sudah berpengalaman dan mengenal warga di kawasan tersebut. Operator yang terbiasa membawa tamu ke sini umumnya sudah memiliki hubungan baik dengan penjaga ternak setempat. Karena itu, negosiasi jasa seperti sewa kuda menjadi lebih jelas dan wajar.

Semua trip overland Flores yang kami jalankan mulai dengan penjemputan tamu langsung dari hotel di Kota Labuan Bajo, sama seperti trip sailing atau trip laut lainnya. Dari Labuan Bajo, perjalanan darat menuju Kota Komba menempuh jarak yang cukup panjang, melewati Ruteng dan Borong. Karena itu, kunjungan ke Padang Mausui umumnya menjadi bagian dari paket overland multi-hari, bukan trip sehari pulang-pergi.

Apa Saja Daya Tarik Utama Padang Savana Mausui?

Hamparan Sabana yang Sangat Luas

Ketimbang sabana lain di Manggarai, luas Padang Mausui tergolong salah satu yang paling ekstensif. Kesan lapang ini jarang kamu temukan di destinasi sabana lain di Flores. Tidak ada pagar maupun bangunan yang menghalangi pandangan, sehingga hamparan rumputnya terasa benar-benar terbuka dari ujung ke ujung.

Sapi dan kuda milik warga sering terlihat merumput dengan tenang di sela-sela bukit. Pemandangan ini menjadi pengingat bahwa padang ini bukan sekadar objek foto, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Perpaduan Bukit, Gunung, dan Laut

Dari titik-titik tertentu di padang ini, wisatawan bisa melihat tiga elemen lanskap sekaligus: padang rumput di kaki bukit, jajaran pegunungan di kejauhan, dan garis laut lepas yang membentang di ufuk. Destinasi sabana lain jarang menawarkan kombinasi ini.

Pengalaman Menunggang Kuda

Karena kawasan ini merupakan area penggembalaan, warga setempat menawarkan jasa sewa kuda. Kamu bisa merasakan sensasi menjelajahi sabana ala penunggang kuda tradisional Manggarai Timur.

Bagaimana Cara Menikmati Padang Savana Mausui?

Padang Mausui bukan tempat yang perlu kamu jelajahi terburu-buru. Justru, cara terbaik menikmatinya adalah dengan memperlambat langkah:

  • Berjalan santai mengikuti jalan setapak: setiap sudut bukit menawarkan sudut pandang yang berbeda, jadi luangkan waktu untuk menjelajah beberapa titik.
  • Duduk diam sejenak: cari titik yang nyaman, biarkan angin menyapu wajah. Satu-satunya suara yang biasanya terdengar hanyalah embusan angin dan kicau burung.
  • Menunggu matahari terbit atau terbenam: cahaya pagi dan sore mengubah warna padang menjadi keemasan, momen yang paling banyak wisatawan cari untuk berfoto.

Apa Bedanya Padang Mausui dengan Sabana Lain di NTT?

Sabana lain yang populer, seperti Bukit Cinta di Sumba atau padang di sekitar Waingapu, umumnya lebih banyak orang kenal. Akses menuju sana juga lebih mudah dari kota besar. Padang Mausui masih jauh lebih tersembunyi dan belum masuk jalur wisata resmi. Aksesnya juga lebih menantang, karena jarak tempuhnya panjang dari Labuan Bajo.

Trade off-nya jelas: perjalanan menuju Mausui lebih melelahkan. Namun, sebagai gantinya, wisatawan mendapatkan suasana yang jauh lebih sepi dan otentik, tanpa infrastruktur wisata yang mengurangi kesan alami padang rumputnya.

Kapan Waktu Terbaik Berkunjung ke Padang Mausui?

Musim kemarau antara April hingga Oktober adalah waktu terbaik. Saat itu, rumput di padang berubah warna kecokelatan keemasan, dan jalur menuju lokasi lebih kering. Kendaraan maupun kuda juga lebih mudah melintasinya. Sebaliknya, musim hujan membuat medan lebih licin dan berisiko, meski warna padang menjadi lebih hijau segar.

Pagi hari menjelang siang umumnya menjadi waktu kunjungan yang nyaman. Cahaya matahari belum terlalu terik, dan kamu masih bisa melihat jelas pemandangan laut di kejauhan sebelum kabut tipis muncul di siang hari.

Apa yang Perlu Kamu Siapkan Sebelum ke Padang Mausui?

  • Uang tunai pecahan kecil untuk sumbangan sukarela kepada penjaga ternak, terutama jika ingin menyewa kuda.
  • Selain itu, siapkan topi, sunblock, dan air minum yang cukup, karena padang rumput ini minim area teduh.
  • Kamu juga butuh alas kaki tertutup yang nyaman untuk berjalan di medan berumput dan sedikit berbukit.
  • Waktu perjalanan yang lapang, mengingat jarak tempuh dari Labuan Bajo cukup panjang. Sebaiknya, gabungkan juga dengan destinasi overland lain.
  • Terakhir, pilih operator tur yang jelas dan berpengalaman, agar interaksi dengan warga pemilik lahan berjalan lancar dan saling menghormati.
  • Jaket tipis atau pelindung hujan ringan, karena cuaca di dataran tinggi seperti ini bisa berubah cepat dari cerah ke berkabut.

Kesalahan Umum yang Sering Wisatawan Lakukan

  • Datang sendiri tanpa informasi yang jelas soal status lahan, sehingga bingung atau salah paham saat penjaga ternak meminta sumbangan sukarela.
  • Selain itu, banyak yang tidak menyiapkan uang tunai, padahal transaksi seperti sewa kuda bersifat langsung dan informal.
  • Ada juga yang menganggap Padang Mausui sebagai destinasi resmi dengan fasilitas lengkap, padahal ini murni tanah ulayat masyarakat adat.
  • Terakhir, beberapa wisatawan memaksakan trip sehari pulang-pergi dari Labuan Bajo tanpa memperhitungkan jarak tempuh yang panjang.

Tips agar Kunjungan ke Padang Mausui Lebih Bermakna

  • Pertama, ikut trip overland resmi yang sudah terbiasa membawa tamu ke Padang Mausui dan memahami etika berinteraksi dengan warga setempat.
  • Sepakati dulu besaran sumbangan atau jasa sewa kuda sebelum kamu memakainya, agar tidak ada kesalahpahaman di kemudian hari.
  • Selain itu, gabungkan kunjungan dengan destinasi lain di jalur Ruteng-Borong-Kota Komba agar perjalanan panjang terasa lebih efisien.
  • Hormati aktivitas warga dan ternak yang sedang mereka gembalakan, karena padang ini masih berfungsi aktif sebagai lahan penghidupan mereka.

Frequently Asked Questions

Di mana lokasi Padang Savana Mausui?

Padang Mausui berada di Perkampungan Mausui, Kelurahan Watunggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

Apakah Padang Mausui adalah destinasi wisata resmi?

Bukan. Padang Mausui adalah tanah ulayat penggembalaan ternak milik tiga suku setempat. Pemerintah daerah juga belum mengelolanya secara resmi.

Apakah ada tiket masuk ke Padang Mausui?

Tidak ada tiket resmi. Kontribusi kepada penjaga ternak, misalnya untuk sewa kuda, bersifat sumbangan sukarela dan sebaiknya kamu sepakati di awal.

Bagaimana cara ke Padang Mausui dari Labuan Bajo?

Perjalanan darat dari Labuan Bajo menuju Padang Mausui melewati Ruteng dan Borong. Karena itu, perjalanan ini umumnya menjadi bagian dari paket trip overland multi-hari, dengan penjemputan tamu dari hotel di Labuan Bajo.

Kapan waktu terbaik berkunjung ke Padang Mausui?

Musim kemarau antara April hingga Oktober adalah waktu terbaik, saat jalur menuju lokasi lebih kering dan warna padang berubah keemasan.

Siap Menjelajahi Padang Mausui?

Padang Mausui menawarkan pengalaman sabana yang berbeda dari destinasi wisata pada umumnya: luas, otentik, dan masyarakat adat masih mengelolanya secara langsung. Memahami konteks lahan dan berkunjung dengan cara yang tepat membuat pengalaman ini jauh lebih nyaman sekaligus menghormati kehidupan warga setempat.

Padang Mausui tidak menawarkan kemewahan buatan. Keindahannya sederhana dan apa adanya, dari hamparan rumput yang bertemu langit hingga sapi dan kuda yang merumput tenang di kejauhan. Bagi banyak orang yang pernah singgah, justru kesederhanaan inilah yang paling sulit mereka lupakan.

Kami menyediakan trip overland Flores yang mencakup Padang Mausui bersama destinasi darat lainnya. Kami juga menjemput tamu langsung dari hotel di Labuan Bajo, baik untuk trip darat maupun trip sailing. Hubungi tim kami untuk konsultasi itinerary. Nikmati perjalanan ke Padang Mausui tanpa perlu khawatir soal akses maupun negosiasi di lokasi.

Konsultasi Trip Overland Labuan Bajo ke Padang Mausui Sekarang bersama Trip Labuan Bajo Super yang Terpercaya.

Anda mungkin juga menyukai...